Adab Niat

1. Niat memiliki peranan yang amat penting di dalam segala kegiatan dan amalan agama kerana nilaian Allah Ta'ala terhadap semua amal perbuatan itu bergantung pada niatnya.

2. Firman Allah s.w.t. dalam Surah al-Bayyinah, ayat 5 yang bermaksud :

" Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepadanya , lagi tetap teguh di atas tauhid, dan supaya mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, dan yang demikian itulah agama yang benar ".

3. Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :

" Sesungguhnya setiap amalan itu dengan niat dan sesungguhnya bagi tiap-tiap seseorang itu apa yang diniatkan ".

4. Maka niat yang baik itu adalah dianggap sebagai satu amal soleh dan memperolehi pahala serta ganjaran daripada Allah s.w.t.

5. Sesiapa yang berniat dengan niat yang baik, maka dia akan mendapat pahala dan ganjaran yang baik, manakala sesiapa yang berniat buruk maka dia akan diberi balasan dosa dan balasan yang setimpal dengan dosanya.

6. Kaum muslimin mengakui niat itu sebagai rukun dan syarat dalam semua amalan dan bukan hanya diucapkan atau dilafazkan oleh lidah sahaja .


Sumber : http://ustazazhar.com/v01/islam/06-akhlak/bab-1-adab-niat/

Kelebihan solat berjemaah


Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi 2 cas elektrik iatu cas positif dan cas negatif. Dalam aktiviti harian kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan.


Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.
Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.


Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan solat berjemah dan mengapa solat 5 waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama.


Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat berjemaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan semasa solat berjemaah itu mempunyai berbagai kelebihan. Kajian sains mendapati sentuhan yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh ahli jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh tubuh. 


Sumber : http://ustazazhar.com/v01/rahsia-kelebihan-solat-berjemaah-mengikut-teori-fizik/

Adab bercakap

Perhatikanlah lidahmu, kebanyakan manusia masuk neraka disebabkan oleh lidah mereka

Perhatikan lidahmu dari :

1.   kesaksian palsu

2.   Bergunjing atau ghibah

3.   Penyebaran berita baru (tanpa mengecek kebenaran berita)

4.    Berbohong

5.    Berbicara yang tidak berguna (omong kosong)

6.    Berbicara kekufuran

7.    Berbicara mengenai perkara seksual

8.    Berbicara mengenai apa yang tidak diperkenankan Allah SWT (Berbicara yang dilarang Allah SWT)


Menjaga Lisan


Rasulullah bersabda :


"Seseorang terkadang mengeluarkan perkataan yang tiada diperhatikan, tahu-tahu dirinya terperosok ke jurang neraka sedalam jarak timur dan barat"(HR Bukhori No. 6477 / Muslim No. 2988 / musnad Imam Ahmad No. 8703)


Atau dalam hadits lain :

"Seseorang yang berkata dengan suatu perkataan yang membuat orang-orang tertawa, maka dia akan pergi dengan perkataannya itu ke tempat yang jauh (dari dunia masuk ke neraka)" (musnad Imam Ahmad No. 8967).


Beberapa sumpah dengan memakai konotasi seksual adalah jelas haram
Perbuatan mengutuk (seseorang) adalah jelas tidak dibenarkan Bagaimana pun juga kutukan kepada orang-orang kafir telah datang dari Al-Qur'an, sebab Allah telah mengutuk mereka, meskipun kita tidak mengutuk mereka setiap waktu karena hal itu tidak perlu. Berbicara yang mengakibatkan seseorang sampai terlihat buruk (mengejek) adalah haram.


Rasulullah SAW bersabda :

"Seorang muslim tidak boleh bersumpah yang berisi kutukan atau ejekan" (HR Muslim)

Tidak diperbolehkan untuk bersumpah atas sesuatu dengan bersandarkan atas batu, angin, waktu dan lain-lain (tidak diperbolehkan bersumpah atas selain Allah SWT.).

Rasulullah SAW bersabda :

"Seseorang tiada terasa terkadang mengucapkan suatu kalimat yang menjadi faktor ia memperoleh ridho Allah, tahu-tahu derajatnya menanjak beberapa tingkat, dan sebaliknya seseorang terkadang melontarkan suatu ucapan yang mengakibatkan murka Allah dengan tiada diperhatikan, tahu-tahu dirinya sudah jauh terperosok ke jurang neraka". (HR Bukhori No. 6478 / Musnad Imam Ahmad No. 8206 / Al-Muwatta' No. 1849)


Mu'adz Ibnu Jabir bertanya kepada Rasulullah SAW :

"Ya Rasul, jelaskanlan kepadaku tentang amal perbuatan  yang mewajibkan aku masuk surga dan menjauhkannya dari api neraka ?"

Rasulullah SAW bersabda :

"Pangkal segala perkara (agama Islam), tiangnya sholat lima waktu dan puncak dari segala perbuatan baik adalah jihad, lalu Rasulullah bertanya lagi ? Maukah aku tunjukkan kunci pembuka semuanya ? Dia menjawab ? Baik ya Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda :'Jagalah ini (mulut/lidah) sambil beliau pegang. Dia bertanya lagi: 'Ya Rasul, adakah tuntutan bagi perkataanku semuanya ? Rasulullah menjawab : " Celaka kau, ketahuilah kebanyakan manusia terjerumus ke jurang neraka, akibat ucapan yang keluar dari lidahnya." (Musnad Imam Ahmad No.21511 / Tirmidzi No. 2616 / Ibnu Majah No. 3973).


Dari Jahl Ibnu Sa'id, Rasulullah SAW bersabda :

"Siapa yang menjadi penjamin untuk penjagaan antara bibirmu (lidahmu) dan antara kakinya (perbuatannya), aku (sunnahku)adalah penjamin untuk surga-Nya. (HR Bukhori No. 6474 / Musnad Imam Ahmad No. 22136 / Tirmidzi No. 2408)


Dari Abu Sa'id Al Khudri,Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila waktu pagi tiba, anggota tubuh seseorang memberi peringatan kepada mulut atau lidah, katanya: ? Hai mulut, berhati-hatilah kamu dalam menjaga keselamatan kami, sebab selamat atau tidaknya kami tergantung kepadamu, jika engkau selalu lurus maka selamatlah kami, tetapi jika kau menyimpang atau sesat maka kamipun ikut sesat pula." (Musnad Imam Ahmad No. 11498 / 11908 / Tirmidzii 2407)


2. Berkata yang baik atau diam (tutup mulut)

Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, dia tidak akan berbuat kerusakan terhadap tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dia akan menghormati tamu. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah menghalangi seseorang menyampaikan kebaikan (Islam) atau kalau tidak mampu hendaklah diam. ( HR. Bukhori No. 6018 / Muslim No.47 / Musnad Imam Ahmad)


3. Setiap perkataan yang baik adalah ibadah

Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


"Berdamai dengan sesama manusia adalah shodaqoh, keadilan yang diterapkan setiap harinya adalah shodaqoh, setiap orang yang kamu tolong dengan memberi makan pada binatang piaraannya adalah shodaqoh dan perkataan yang baik adalah shodaqoh dan setiap langkah untuk menunaikan sholat adalah ibadah dan menyingkirkan sesuatu yang berbahaya dari jalan adalah shodaqoh. ( HR. Bukhori No. 2989 / Muslim No. 1009 / Musnad Imam Ahmad No. 27400 )


Dari Uday Ibnu Hakim, Rasulullah SAW pernah menyebutkan tentang neraka dan ketika dia menyebutkannya raut mukanya berubah dan berkata :

"A'udhzubillah' dan dia berkata dua kali kemudian beliau bersabda:

"Takutlah kepada Allah dan selamatkanlah dirimu dari api neraka yang merupakan ketetapan yang pasti tanggalnya, jika kamu tidak dapat berbuat kebajikan, maka berkatalah dengan perkataan yang baik."(HR. Bukhori No. 6562 / Muslim No. 1016/ Musnad Imam Ahmad No.17782 dan An Nasa`i No.2553)


4. Sesuatu kebaikan adalah sedikit berbicara dan tidak berbicara kecuali yang bermanfaat.


Al Mughiroh Ibnu Shu'bah, Rasulullah SAW bersabda:

"Allah melarangmu untuk tidak mematuhi perintah orang tuamu, melarang untuk tidak menghormati orang tuamu, untuk mengambil dan memberi sesuatu yang tidak benar, mengubur anak-anakmu (yang baru lahir) dan tidak menyukai perbuatan ghibah atau menggunjing dan banyak bertanya tentang sesuatu yang tidak bermanfaat serta pemborosan dari uangmu. (HR. Bukhori No. 5975/Muslim No.593/Musnad Imam Ahmad No. 1781)


Jabir Ibnu Abdullah, Rasulullah SAW bersabda:

Siapa saja yang mencintaiku, maka ia akan duduk denganku di dalam majelis di hari perhitungan nanti, mereka adalah orang yang memiliki karakter yang baik (memiliki kepribadian Islam) dan mereka yang membenciku, maka ia akan jauh dari majelisku pada hari perhitungan nanti, mereka adalah at-tatharun, yaitu orang-orang yang banyak bicara (terutama membicarakan sesuatu yang tidak islami) dan mereka ketika berbicara dengan keras (al-mudashadikun- ketika kamu menekankan kata yang membuat pembicaraan menjadi panjang dan diiringi oleh ekspresi wajah) dan mutafayqihun- mereka adalah orang-orang yang tidak terpelajar, tetapi berkata tentang fiqh berdasarkan pemikirannya sendiri (atau memberi fatwa). Shahabat bertanya:'Kita tahu bahwa mereka banyak bicara, kita tahu tentang mereka yang berbicara keras tetapi apakah mereka adalah orang-orang yang alim ?  Rasulullah SAW menjawab: "mereka adalah orang-orang yang sombong dan tidak memiliki ilmu pengetahuan." (Musnad Imam Ahmad No.17278/Tirmidzi 2018/Sharh muslim XII hal 10)


Umar bin Khattab berkata: 'Siapa saja yang banyak bicara dia memiliki juga banyak dosa.'

Ibn Kaasib berkata: 'Saya mendengar Imam Malik berkata bahwa tidak baik banyak bicara, ambillah pelajaran dari wanita dan anak-anak dan berhati-hatilah akan hal itu.'


5. Berhati-hatilah terhadap perbuatan ghibah /menggunjing dan memfitnah

Menyebutkan perihal tentang saudaramu yang muslim terhadap apa yang tidak disukainya adalah perbuatan ghibah/menggunjing.

Ghibah adalah membicarakan karakter seseorang, atribut-atribut fisik dibelakangnya yang jika ia (orang itu) tahu dia tidak akan menyukai pembicaraan tadi.

Membicarakan orang untuk keperluan persaksian bukan merupakan bentuk ghibah meskipun orang yang dibicarakan tidak ingin hal itu diketahui oleh orang lain.

Membicarakan kecacatan/kejelekan seseorang, yang orang itu tidak ingin kecacatannya diketahui orang, maka termasuk ghibah sebab telah membicarakan hal kecacatan/keburukan fisiknya.


Membicarakan seseorang menjadi suatu kebutuhan jika diperlukan untuk kesaksian.

Abu Huroiroh menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda :


"Apakah kamu tahu yang disebut ghibah/menggunjing itu ? Dia berkata:  'Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.'  "Membicarakan seseorang dibelakangnya yang mana orang yang dibicarakan tidak menyukainya." 'Apakah tetap menghina/menggunjing jika yang dibicarakan adalah suatu kebenaran? Jika yang dibicarakan benar maka itulah yang disebut ghibah dan jika yang dibicarakan adalah salah maka disebut dengan fitnah." (HR.

Muslim No.2589/Musnad Imam Ahmad No. 2160/Tirmidzi No.1934)


Rasulullah SAW bersabda;

"Bukan termasuk ghibah jika tertuju untuk orang yang fasiq." (HR. Tirmidzi/Faidhil Kabir vol 6 hal 28/Kitab Tadribi Ar-Raawi (Imam Suyuthi) vol 2 hall 274)

Allah SWT berfirman:

"Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik dan berbuat zina dan mereka tidak mendatangkan 4 orang saksi, maka deralah mereka yang menuduh itu dengan 80 kali dera dan janganlah kamu terima kesaksian mereka selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasiq,kecuali orang-orang yang bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS. 24 : 4-5)


6. Haram untuk mengatakan:

Saya bebas berbuat apa saja yang saya suka

Saya tidak peduli

Bersumpah selain dari Allah

Manusia mengerjakan apa saja (yang ia sukai)

Adanya kebebasan dalam beragama


7. Berbohong dalam keadaan sadar

Berbohong adalah bentuk kebalikan dari realita (kenyataan) baik ia paham maupun tidak

Allah berfirman :


"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar." (QS 9 : 119)

Berbohong adalah perbuatan haram dan siapa saja yang mengingkarinya (bahwa berbohong itu adalah haram) adalah kafir


Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tanda-tanda orang munafiq ada 3, ketika berbicara dia berbohong, ketika dia berjanji dia mengingkarinya dan ketika kamu memberinya amanah dia menghianatinya." (HR. Bukhori No. 6095)


Tanda-tanda dari orang munafiq

"Dan ketika kamu mempunyai perjanjian dengannya, dia merusaknya dan ketika  marah dia bersumpah." (QS.4:62)

Berbohong adalah salah satu tanda(yang disebut dalam Al-Qur`an sebagai tanda-tanda orang kafir).


Ibnu Taimiyah berkata :'Berhati-hatilah atas tafsir yang merupakan variasi/tipe dari pengkhabaran yang berasal dari Allah SWT (Al-Qur'an)


Abdullah Ibnu Amru berkata: 'Yang termasuk dosa besar adalah syirik, durhaka pada orang tua, berbohong dan bersaksi palsu.' (HR. Bukhori No.6675/Tirmidzi No.3021)


Ada 3 tempat/kondisi berbohong yang diperbolehkan yaitu :

1. dalam jihad (perang)


2. dalam mendamaikan antara sesama muslim


3. antara suami istri untuk memelihara kerukunan dan ketenangan rumah tangga


Ummu Kultsum berkata bahwa Rasulullah mengharamkan berbohong kecuali dalam 3 tempat/kondisi yaitu untuk mendamaikan, dalam jihad (perang) dan antara suami-istri.



Sumber dari : http://peribadirasulullah.wordpress.com/2009/08/08/adab-bercakap/

7 Amalan Yang Memberi Cahaya Di Dalam Kubur

Berikut ialah 7 Amalan Memberi Cahaya di dalam kubur…Jom baca dan amalkannya… Antaranya ialah :

  1. Ikhlas dalam beribadat kepada Allah S.W.T.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua.
  3. Berhubung Silatul Rahim.
  4. Tidak mensia-siakan umur untuk melakukan maksiat terhadap Allah S.W.T.
  5. Tidak menuruti kehendak hawa nafsu.
  6. Bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah S.W.T.
  7. Memperbanyakkan zikir kepada Allah S.W.T.


Copy from :http://mirlme.com/7-amalan-yang-memberi-cahaya-di-dalam-kubur/

Kelebihan Hari Isnin


Peristiwa Hari Isnin ~ Hari Isnin adalah hari Pelayaran & Perniagaan. Kerana telah dijelaskan bahawa pada hari Isnin terdapat 7 kelebihan iaitu:

1. Nabi Idris, A.S. telah naik ke langit pada hari Isnin,
2. Nabi Musa, as. Telah pergi ke bukit Thursina pada hari Isnin untuk menerima wahyu,
3. Turunnya Dalil tentang ke-Esa-an Allah,
4. Lahirnya Rasulullah Muhammad saw,
5. Malaikat Jibril, as. turun untuk pertama kalinya bertemu Rasulullah,
6. Semua amal perbuatan Umat diperlihatkan kepada Rasaulullah saw pada hari Isnin,
7. Wafatnya baginda Rasulullah Muhammad S.A.W.


Oleh kerana itu, barang siapa yang berlayar atau ingin mengadakan perjalanan maka seeloknya lakukanlah pada hari Isnin. Selain itu, Ummat Islam juga digalakkan untuk melakukan puasa sunat pada hari Isnin.

Hadis Rasulullah tentang Kelebihan hari Isnin dalam Islam:

Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda; "Dibentangkan amalan-amalan di hadapan Allah pada hari Isnin dan Khamis. Maka aku menyukai dibentang amalanku (di hadapan Allah) pada ketika aku berpuasa" (Riwayat Imam Tirmizi).

Abi Qatadah menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w. ditanya tentang puasa hari Isnin. Baginda menjawab; "Itulah hari aku dilahirkan dan hari aku diutuskan (menjadi Nabi) atau hari diturunkan wahyu kepadaku" (Hadis riwayat Imam Muslim).


Zikir Hari Isnin


لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِمِ


"La Haula Wala Quwwata Illa Billah", maksudnya tiada daya dan kekuatan (untuk menolak sesuatu kemudaratan dan mendatangkan suatu yang manfaat) selain Allah SWT.

Fadhilat Zikir ini Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Siapa yang mengucapkan La Haula Wala Quwwata illa billahi, maka ia akan menjadi ubat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan". (Hadis Riwayat Tabrani)


So , sesiapa yang ada Monday Blues... mari kite amalkan ni bersama2.. :D


Sumber : http://www.pelikbinajaib.com/informasi/kelebihan-hari-isnin-dalam-islam

Cara berdoa yang betul

Hari ini sedikit lagi info yang ingin di kongsi bersama sama.


Doa adalah senjata orang mukmin. Pelbagai cara orang menadah tangan ketika berdoa.

Kaedah yang baik dan tampak sopan ketika bermunajat dengan Allah SWT adalah lambang kesungguhan, lambang penuh pengharapan kita kepada Yang Maha Esa.

Pada tapak tangan kita ada banyak lambang kebesaran dan kemuliaan Allah SWT sebenarnya, termasuk 99 nama Allah.

Menurut Ustaz Abdullah Mahmud ;

Kalau perhatikan betul-betul, kita akan nampak urat tangan kanan dan kiri bercantum seakan membentuk sampan.

"Apabila urat tangan itu bertemu ia akan menjadi huruf 'ba' . Titik 'ba' letak kan di hati kita. Kedudukan titik 'ba' lebih rendah dari tangan yang kita tadah."

Setiap huruf hijaiah di dalam Al-Quran, Allah perintahkan satu malaikat menjaganya. Malaikat yang menjaga huruf 'ba' bernama 'Har Hayaail'.

Malaikat ini akan mengangkat doa kita terus mengadap Allah SWT tanpa sebarang perantara. Oleh itu berdoalah bersungguh-sungguh dengan penuh pengharapan."

Berikut ini adalah kaedah atau cara menadah tangan dan berdoa dengan betul ;

1. Angkat tangan ke paras dada
2. Rapatkan kedua-dua belah tapak tangan mengenai satu sama lain
3. Apabila tapak tangan dirapatkan, urat atau garisan di tapak tangan akan bertemu dan menjadi melengkung berbentuk seperti huruf 'ba'
4. Titik bagi huruf 'ba' tu letakkan di hati. Kedudukan titik itu lebih rendah dari tangan yang kita tadah.
5. Duduklah dalam keadaan yang penuh sopan. Cara duduk yang terbaik ialah duduk iftirash (duduk seperti duduk antara 2 sujud) atau duduk seperti dalam tahiyyat akhir. Jika berdiri, tegakkan badan betul-betul. Jangan bersandar seperti orang malas!
6. Sepanjang berdoa, banyakkan memuji kebesaran Allah dan menyebut nama-nama Allah yang lain, bersesuaian dengan keperluan doa kita pada masa itu. Contohnya, jika berdoa mohon dipermurahkan rezeki, sebutlah nama Allah (ar-Rozzaq).
7. Doa diakhiri dengan puji-pujian pada Allah dan berselawat ke atas junjungan Nabi Muhammad SAW.
8. Berdoalah dengan bersungguh-sungguh dari hati kita. Gunalah bahasa yang mudah difahami kerana Allah Maha Pengasih dan sangat memahami dan mendengar segala bicara tulus dari hambaNya. Walau dalam bahasa apa kita cakap, Allah pasti faham. Namun, kalau dapat berdoa dengan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi SAW (dalam bahasa Arab), itulah yang terbaik.
9. Ajarkanlah adab berdoa ini kepada seluruh ahli keluarga anda sejak dari usia kecil. InsyaAllah ini akan dapat membentuk peribadi baik anak-anak menjadi menjalani kehidupan.


Info dari :http://mirlme.com/cara-menadah-tangan-dan-berdoa-dengan-betul/

Sunnah sunnah makan

Nabi SAW pernah bersabda ; "Barang siapa yang mengikuti sunnahku, bererti dia cinta kepadaku. Dan barang siapa yang cinta kepada ku, maka akan masuk syurga bersamaku."

Kawan-kawan, sebenarnya banyak sekali kebaikan dan kelebihan jika kita mengamalkan sunnah. Ulamak kata, pada setiap amalan sunnah itu ada keberkatan. Siapa amal sunnah, dia akan mendapat 2 keuntungan.

1.  Pahala yang berlipat ganda
2.  Keberkatan.

Kali ini saya nak kongsikan dengan anda tentang sunnah-sunnah makan (setakat yang saya tahu). Bolehlah kita sama-sama amalkan yer.

Cara duduk ialah seperti duduk tahiyat awal tapi lutut kanan dinaikkan. Posisi duduknya ialah peha/lutut kanan dinaikkan  manakala kita duduk pada bahagian kaki kiri.

Sebenarnya cara duduk sebegini banyak kebaikannya. Posisi ini dapat memberikan keselesaan pada perut dan ia menjaga keseimbangan komposisi ruang dalam perut kepada 3 bahagian. Iaitu 1/3 ruang adalah untuk makanan, 1/3 untuk udara dan 1/3 lagi adalah untuk air.

Makan menggunakan tangan. Bukan guna sudu / garfu, bukan guna chopstick. Tetapi guna tangan kanan. Ada kajian membuktikan bahawa, pada tangan / jari kita ni, ada enzim yang 10 kali ganda lebih banyak dari enzim yang ada dalam air liur. Enzim ini berguna untuk mencerna makanan.

Makan dengan menggunakan 3 jari. Ada orang kata, macammana nak makan dengan 3 jari saja. Susah la kalau nak makan nasi. Nabi dulu takperla, baginda banyak makan roti dan buah-buah kurma

Saya sarankan kepada mereka yang nak mula amal sunnah ini, gunakan 3 jari pada suapan pertama tu dulu. Lepas-lepas tu, bolehla makan macam biasa.

Apabila nampak makanan, disunatkan baca doa "Allahumma baariklana………"

Sebelum makan, disunnahkan untuk basuh kedua belah tangan dan juga berkumur-kumur. Ada banyak kelebihan bagi mereka yang mengamalkan perbuatan membasuh tangan dan berkumur ni.

Sebelum menyuapkan makanan ke dalam mulut, sila baca doa "Bismillahiwa'ala barokatillah"

Lepas makan, kita disunnahkan untuk menjilati jari-jari kita yang digunakan untuk mengambil makanan tadi. Hikmah kepada perbuatan ini, kandungan enzim yang ada pada tangan / jari kita tadi akan makin cepat bercampur dengan makanan dan seterusnya memudahkan proses pencernaan.

Makan dalam satu dulang yang sama secara berjemaah. Sebenarnya cara ini akan meningkatkan rasa sayang terhadap sesama kita. Kalau suami isteri boleh amalkan makan dalam satu dulang, insyaAllah kemesraan akan lebih dapat dirasai dan kita akan jadi lebih saling faham memahami dan saling bertolak ansur. Amalan makan satu dulang ini juga dapat mengelakkan sebarang pembaziran.

Makan ketika lapar, berhenti sebelum kenyang. Haaa yang ni nampak macam senang jer nak amal. Tapi sebenarnya susah gak nak amal. Biasanya kita makan ni ikut nafsu.Selagi tak kenyang, selagi tu lah kita 'melantak'. Nak-nak pulak kalau kita pi makan kat hotel-hotel atau restoran yang menyediakan hidangan cara 'buffet'. Memang sampai nak pecah perut, baru la berhenti makan. Betul tak? Saya tak cakap pada orang lain ni, saya cakap kat diri saya sendiri…


Sekian, semoga kita sama-sama dapat amal.


Copied from :http://www.ptk.jpnkedah.net/v1/index.php?option=com_content&view=article&id=211:panduan-cara-makan-ikut-sunnah-nabi-saw&catid=43:santapan-minda&Itemid=110

Fadhilat Selawat Nabi S.A.W

Sedikit ilmu lagi yang ingin di kongsi bersama.

Fadhilat dan faedah mengamalkan membaca Selawat Nabi S.A.W menurut beberapa hadith Rasulullah S.A.W antaranya ialah

1. Para malaikat akan berselawat pula ke atas pembaca Selawat itu dan Allah S.W.T akan menurunkan rahmatNya.

2. Allah S.W.T akan mengurniakan kekayaan seumur hidupnya. Mereka yang berselawat lima ratus kali sehari in Shaa Allah akan memperoleh kemenangan dan keselamatan selama-lamanya.

3. Mereka yang banyak berselawat akan terhapus sifat marah dari dirinya dan terjauh dari bala bencana.

4.  Mereka yang banyak berselawat adalah menjadi kekasih kepada kekasih Allah

5. Mereka yang mengalami kesukaran untuk mencapai sesuatu yang dihajati, bacalah beberapa kali selawat Nabi, in Shaa Allah akan mudah diperolehi.

6. Mereka yang mengalami banyak membaca Selawat Nabi, in Shaa Allah akan mendapat rezeki yang berkat, berhasil hajatnya, hilang dukacita dan terlindung dari bala bencana.

7. Mendapat syafa'at (pertolongan istimewa) di dunia dan di akhirat.

Dari hadith: [An-Nasa'iy/ 1292, sahih]

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allahumma salli `ala muhammadin wa`ala ali muhammad

Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.



Solat Jenazah di Tanah Perkuburan

Nas & Hukum Solat Jenazah Di Tanah Perkuburan

Hadis riwayat Abdullah bin Abbas ra.: Bahwa Rasulullah saw. solat jenazah di atas kubur, sesudah mayat dikuburkan. Beliau bertakbir empat kali. (Shahih Muslim No.1586)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra : Bahwa seorang berkulit hitam yang biasa membersih masjid, suatu hari Rasulullah saw. merasa kehilangannya (sbb tidak melihatnya). Lalu beliau bertan
ya kabarnya, para sahabat menjawab: Dia sudah meninggal dunia. Rasulullah saw. menegur: Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku? Seakan-akan para sahabat menganggap kecil urusannya atau urusan kematian. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Tunjukkan aku kuburnya. Setelah ditunjukkan, beliau solatkan jenazahnya kemudian bersabda: Sungguh pekuburan ini penuh dengan kegelapan bagi para penghuninya dan sesungguhnya Allah meneranginya sebab salatku atas mereka. (Shahih Muslim No.1588)

Kata Prof. Dr. T.M Hasbi Ash-Shiddieqy di dalam Pedoman Shalat ms 496 :

Para ulama menyukai kita shalat jenazah di perkuburan dengan berdiri di antara kubur-kubur. Begitulah pendapat Imam Atha' , Asy Syafi'y, Ahmad, Ishaq dan Ibnul Mundzir.

Beliau juga mengatakan:

Pernah hal ini dilakukan oleh Abu Hurairah dan Umar Ibn Abdul Aziz r.a.

Hadis yang di rujuk :

Ibnu Abbas r.a berkata: " Pada suatu hari Rasullah s.a.w sampai kekubur yang masih basah, maka beliau bersalat baginya dan bersaf-saflah para sahabat di belakang beliau. Rasullah s.a.w. bertakbir 4 kali. ( H.R. Bukhary, Muslim, An-Nail 4:89)

Sa'ied ibn Al-Musayyab berkata: "Bahawasanya Ummu Sa'din meninggal sedang Nabi s.a.w tidak ada di kampung. Manakala kembali, beliau bersalat bagi jenazahnya, padahal telah berlalu sebulan lamanya (H.R At-Turmudzy, An-Nail 4:90)

Syed Sabiq menambah, menurut satu pendapat dari Ahmad, hal ini tidak ada salahnya, kerana Nabi s.a.w. melakukan solat di suatu kubur yang berada di tengah perkuburan.
Dan Abu Hurairah sembahyangkan Aisyah di tanah perkuburan Al Baqi dengan disaksikan oleh Ibnu Umar.
Dan Umar Abdul Aziz juga ada melakukannya..

Kesimpulannya solat jenazah ditanah perkuburan adalah amalan Rasulullah saw dan para sahabat ketika tdk sempat solat sebelum jenazah dikebumikan..

Sumber from Ustaz.Azhar.Idrus

Listen Quran

Listen to Quran

Powered By Sayang Islam